Rabu, 27 Agustus 2014

SECRECY

 -SECRECY-
Apapun itu bila kita menyembunyikannya hasilnya tak akan memuaskan. Lain hal nya jika kita Saling terbuka satu sama lain tentunya dalam hal kejujuran hati,pasti hasilnya pun akan membuatmu selalu bahagia.
Disini aku mengharapkanmu,tetapi kamu tak pernah mengharapkanku. Bahkan hanya untuk melikirkku saja tidak pernah, siapa sebenarnya gadis yang kau sukai?? Sungguh miris kisah percintaanku ini. 
Hai perkenalkan Namaku (NamaKamu) Syiffany Malik,kalian bisa panggil aku (NamaKamu) tapi jangan panggil malik soalnya itu nama papa ku  HEHE.. Oh iya aku masih kuliah semester 1 di UI ,Perjalanan hidup ku dengan percintaanku sangat berbalik.   
Hari ini dia kembali tak masuk sekolah karena sakit,aku sangat khawatir dengan keadaannya sekarang,sesekali kulirik kursinya yang terletak tepat di samping kananku. Untuk hari ini benar-benar semua materi yang sedang diterangkan dosen ku sama sekali tidak mendapat respon apapun dari otakku.Setelah sekitar 2 jam aku hanya melamun saja,hingga tak terasa jam kelas hari ini telah usai. Namun mengapa semua yang ada dalam ruangan ini tak kunjung keluar untuk pulang atau melanjutkan kelas selanjutnya(?). Terlebih lagi tepat didepan pintu kelas ada kerumunan kecil yang entah sedang membahas apa,yang terpenting sekarang rasa penasaranku sudah diambang batas.Dengan hanya melangkah melewati 2 meja aku sudah sampai di kerumunan itu namun langkahku terhenti karena samar-samar mendengar nama Aldi. 
*Siapa pria yang bernama Aldi(?) dia adalah pria yang selama ini aku kagumi, yang memiliki nama lengkap Alvaro Maldini Siregar, memiliki wajah yang sangat tampan terlebih lagi ia memiliki keturunan arab. kalian bisa membayangkan bagaimana bentuk wajahnya, hidung yang sangat mancung, alis yang sangat tebal diatas mata indahnya dan bulu mata lentik nya. Ah sangat sulit untuk mendekskipsikan fisiknya. karena itu semakin membuatku tergila-gila kepadanya. 
*Dengan Segera aku melanjutkan langkah yang sempat tertunda,Sekarang aku sudah tepat berdiri di hadapan kerumunan itu,dan rasa penasaranku makin menjadi-jadi dengan sulit mencoba masuk menyelinap dan akhirnya berhasil. Tetapi ada seseoorang yang lebih tinggi dariku dia sangat menghalangi pandanganku,Dengan kekuatan yang kupunya mencoba menyingkirkannya namun cara tersebut tak berhasil karena memang tubuh pria tersebut lebih gembul dibandingkan denganku. Mungkin karna orang itu merasa risih dan akhirnya angkat bicara,yang tak lain adalah ‘PROTES’. 
“kau!! Mengapa kau menggeser-geser badan ku?,dan kenapa kau ada disini yang aku tau bukankah kau tak kenal dekat dengan Aldi? Atau mau ikut jenguk dia juga??” Selidik Pria ini yang bernama lengkap Teuku Ryzki Muhammad. Dengan sesekali menuding wajahku dengan telunjuknya dan menatapku dengan tatapan kecurigaan.Sempat terlintas di fikiranku bahwa dia itu sangat aneh!. 
“Apakah kau tak berfikir bagaimana caraku untuk menjawab semua pertanyaan anehmu itu !”sedikit menjeda nya karna sekarang giliranku untuk menuding wajahnya dengan telunjukku,namun saat ingin melanjutkan perkataanku tiba – tiba ada seorang gadis yang mengeluarkan suara cemprengnya itu lalu melangkah menuju arah ku dan miko. 
“STOPPPPPPPPP!!” sontak semua yang masih berada di ruangan ini menoleh kearah sumber suara dan hal itu membuat mereka jantungan,tetapi beruntunglah mahasiswa di ruangan ini tak ada yang memiliki kelainan jantung.  
“Heii kalian jangan buat suasana menjadi bising karena kelakuan kalian!”ucapnya dengan menuding satu persatu wajahku dan kiki. Hal tersebut sedikit membuatku terkejut (?). bagaimana tidak,hari ini wajahku sudah dituding oleh dua orang sekaligus dan itu terlihat seperti bahwa akulah sang dalangnya. 
“harusnya kau!,kenapa kau memarahiku ?. padahal ini tak ada sangkut pautnya dengan mu.”Tanya ku dengan kesal lalu menurunkan tangan gadis itu yang sedari tadi masih menuding wajah ku. 
“sudahlah biarkanlah dia memang begitu,sudah sekarang kita lanjutkan kembali musyawarah itu”Ucap Kiki dengan lantang dan meninggalkan kami berdua.Aku sedikit tercenggang atas ucapannya namun dengan cepat ku tepis fikiran itu. 
“Ishh kau tak akan ku perbolehkan untuk menjenguk Aldi di rumah sakit atau pun dirumahnya. Ingat itu!”Ucapnya dengan sedikit menekankan kata-kata terakhirnya.‘Apa menjenguknya??? Aku ingin sekali ikut ,tapi apakah bisa??Aku sedikit berdecak kesal karena gadis itu selalu melarangku untuk menjenguk Aldi.Memang dia siapanya,berani-berani melarangku. Lihat saja nanti siapa yang akan berhasil menaklukkan hatinya.’batinku dengan sesekali kutatap gadis yang memiliki Nama lengkap Micheella Annastasya'. 
**Mereka lama sekali untuk melakukan musyawarah itu,sesekali aku mendengar seperti ada yang protes karena tak suka dengan pendapat yang lain.Aku bosan sekali namun masih dilanda kekepoan apa yang meraka musyawarahkan tentang Aldi? Karena di ruang ini hanya tinggal aku,dan kerumunan itu,namun entah mengapa tiba-tiba Kiki berjalan kearahku dengan melengkungkan garis senyum dibibirnya,aku hanya membalasnya dengan senyum tipis ditambah dengan ekpresi kebinggungan .Tiba-tiba muncul suatu gambaran diotakku namun dengan cepat-cepat menepis semua fikiran itu.Hal yang sangat mustahil jika Kiki mengajakku untuk menjenguk Aldi, karena tadi ia sangat mendengar jelas apa yang dikatakan Gadis yang melarangku. 
“(NamaKamu) mau tidak kau ikut bersama kami untuk menjengguk Aldi di rumahnya?”Tanya Kiki tiba-tiba dan itu membuat lamunanku buyar.“Emm,kau bicara apa?”Dengan polosnya aku menanyakannya sekali lagi,karena memang benar aku tak mendengar ucapannya barusan.Kulihat Kiki memutar kedua bola matanya kesal,namun ia terlihat sedikit meredamkan kekesalannya itu. 
“(NamuKamu) mau tidak kau ikut bersama kami untuk menjenguk Aldi di rumahnya??Jelas?”Ujar Kiki disertai Tekanan setiap Perkataannya. 
“Sudah sangat jelas,apa kau sungguhan?jangan sampai aku tertipu akan ucapanmu?”Selidik ku 
“Apakah wajah ku seperti wajah pembohong?,baiklah jika kau tak mau. Bye !”Ucap Kiki kesal, dengan segera ia berbalik,namun saat ia ingin melangkah meninggalkanku segera ku tarik lengannya dan mengaggukkan kepalaku pertanda setuju. Dan ia pun tersenyum kearahku lalu kami berjalan bersama menuju mobilnya karena yang lain sudah berada disana. 
**‘Sungguh aku sudah tak sabar untuk melihat senyum manisnya,bagaimana ini?? Apakah aku akan berdiam diri setelah menatap kedua bolamatanya,seakan-akan aku telah terhipnotis oleh tatapan damainya itu.''Tuhan tolong untuk nanti saja jangan biarkan aku untuk melewatkan moment-moment bersamanya, karena ini satu-satunya kesempatannku untuk dekat dengan nya. Bila setelah pertemuan nanti kami dapat Berbincang kembali itu tandanya kami memang jodoh,namun bila ini kesempatan terhakhir untuk ku berbincang dengannya itu tandanya kami tak berjodoh. Aku akan mengikhlaskannya bersama wanita lain.' sungguh dramatis kisah ku ini.Itulah kiranya do’a-do’a yang kupanjatkan saat perjalanan menuju rumah Aldi, sampai-sampai aku tak sadar bahwa kami telah sampai dan lebih parahnya lagi Kiki memanggilku sudah berkali-kali namun aku hanya menyegir tak jelas seperti tak ada kesalahan yang telah ku perbuat. 
**Aku sempat terhenti sebentar diperkarangan rumahnya ini,yang cukup bisa dibilang sangat luas tak senggaja mataku menangkap Seorang pria yang wajahnya tak beda jauh dari Aldi. Sempat terfikir,apakah itu kembarannya(?) ah tidak mungkin,apa itu kakaknya(?) sudahlah~Sebenarnya jiwaku ingin sekali masuk kedalam kamar ini,namun disana sudah ada gadis yang menggaku-ngaku sebagai pacar dari Aldi, siapa lagi kalau bukan Micheele. Aku tak ingin mengganggu mereka,namun aku sangat ingin memasuki kamar ini. Entah apa yang mampu menarik jiwaku untuk masuk kedalam,namun sesuatu memberhentikan langkahku. Ya yang aku rasa saat ini lengan ku sedang di genggam oleh tangan seseorang.Dengan segera kuputar arah kepalaku agar mengetahui siapa yang telah menghentikan niatku tadi.  
DEG~Ternyata dia seorang lelaki yang aku tak sengaja aku melihatnya tadi di perkarangan rumah Aldi. Kami sempat terdiam dan menatap satu sama lain,ternyata kalau diperhatikan dari jarak sedekat ini dia memang sangat mirip dengan Aldi namun dia lebih memiliki bola mata yang indah melebihi Aldi.'Kenapa aku ini(?)' 
“Hei kau mau kemana?”Pria tersebut menannyakan kepadaku dengan lembut lalu melepaskan tangannya yang memenggang lengganku. 
“Eh gak kok kak,hehe”Aku sedikit grogi . 
Pria P.O.V on 
Dialah wanita yang selama ini selalu melirikku,tapi kenapa dari wajahnya seperti sedang binggung,apa dia mengira yang dilihatnya itu adalah Aldi. Oh Tuhan kalau iya? ia salah besar, bagaimana ini?? 
P.O.V off 
“Hey!! Kenapa diam?? Dan kau siapa kenapa wajahmu hampir mirip dengan Aldi?" 
"Hah! Apa? e..mm aku dan Aldi memang kembar dan selama ini aku dan kau satu kelas, dan kau itu selalu mencuri pandang untuk melihat bahkan melirikku setiap jam,menit bahkan jam :) . apakah yang kau kira itu Aldi? Hem?" 
DEG ! seperti mendapat sebuah batu besar yang mendarat dikepalaku, Apa benar ? . 
“Hah? Apakah benar? Jadi selama ini ..”"Ya,selama ini kau selalu memerhatikan ku bukan Aldi saudara kembarku" Sungguh aku tidak mengerti apa semua ini. 
"Oh iya nama Aku Iqbaal lebih tepatnya Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan , kau (NamaKamu) bukan??,kuharap apa yang kurasakan saat ini sama seperti yang kau rasakan.."‘ya tuhan apa lagi ini,benarkah selama ini aku salah menggagumi laki-laki lebih tepatnya tertukar. Aku benar-benar binggung” 
"Hah! Aku benar-benar sangat binggung. Memang apa yg sedang kau rasakan?" Aku sedikit memijit-mijit pelan pelipisku,karena memang benar rasanya kepala ini berputar-putar. 
"Sudahlah apa yang perlu dibunggungkan lagi?, yang aku rasakan? harusnya kau tahu itu." Dia meatapku damai,dan seakan-akan seluruh tubuhku tersengat oleh lebah-lebah yang tak tahu diri. 
"Dan aku benar-benar tidak tahu apa yang kau rasakan. namun aku merasakan ada yang berbeda saat ini saat berada sangat dengan dengan mu" Sungguh apa yang ada di otakku saat ini sampai-sampai argghh sudahlah."Hemm.. kau merasakan getaran-getaran aneh? Itulah yang aku rasakan saat berhadapan saat ini dengan bidadari ini" Dia melangkah lebih dekat kearahku sehingga sudah tidak ada jarak sama sekali lalu ia membisikkan sesuatu yang mampu membuat ku merasa melayang jauh menembus awan. 
"Heh.. e..mm.. Apa maksudmu?" Dengan segera aku mendorong bahunya dan membuang pandanganku sebenarnya tujuannya hanya satu yaitu menutupi semburat merah yang sedikit demi sedikit tumbuh di kedua pipi chubby ku. 
"Maksudku seharusnya sangat mudah di mengerti oleh wanita seperti kau, aku mulai jatuh cinta dengan wanita dihadapanku saat ini"'Apa-apaan ini ia menarik daguku untuk menatap matanya,aku mencoba memasuki lebih dalam pandanganku terhadap matanya,yang aku lihat terdapat kejujuran di balik tatapan damainya. 
'"Seharusnya? kalau tidak?" Aku mengetestnya apakah ia sungguh-sungguh menyukaiku. 
"Aku akan memaksamu""Sungguh tak punya hati !" "Ya hatiku telah kau ambil." Dia Iqbaal sedikit teerkekeh dengan ucapannya sendiri. 
"Hah baiklah,hem apakah jika kau menggungkapkan kepada wanita yang kau suka di tempat yang tidak romantis sama sekali. sungguh tidak berperasaan!" 
"Hemm seharusnya wanita itu tidak mengharapkan tempat-tempat romantis, yang terpenting itu bagaimana ketulusan yang diungkapkan oleh pria itu. Dan satu lagi wanita yang aku sayangi setelah bundaku ya kaulah" sepertinya jawaban Iqbaal kali ini mampu membuatku diam membisu dan muncullah kembali semburat merah dipipiku. 
"Baiklah , maukah kau jadi bagian dihidupku?? ya aku tahu ini bukan tempat romantis yg kau inginkan. tapi lihatlah cinta yang kuberikan kepada mu " Perlahan ia menggenggam tanganku. Aku sedikit dibuatnya gugup sungguh ini pertama kalinya aku merasakan bagaimana seorang pria menggungkapkan rasa kagumnya terhadapku. Dengan reflek kepala ini menggangguk pertanda setuju. 
"Benarkah?? THANK GOD !!" Aku sedikit tercengang karena ia berteriak lalu memelukku hingga membuatku seedikit terjengkang kebelakang. Sedikit-sedikit kuberanikan membalas pelukannya,lalu ia membisikkan sesuatu yang mampu membuatku merasa bahwa ialah jodohku selama ini bukan Aldi. 
"LOVE YOU""LOVE YOU TOO" 
‘Terkadang yang kita harapkan itu bukan yang kita dapatkan.Namun itulah CINTA banyak rahasia dibaliknya. ~ SECRECY  
TAMAT